Sikat Gigi

Malam ini dingin
Bintang tersebar di langit malam
Bagai berlian yang tersebar diatas batuan hitam

Di sisi lain
Sinar hiruk-pikuk kota metropolitan terlihat samar di langit malam
Sehingga terbentuk gradasi dengan cahaya bintang
Indah, khas lukisan Illahi

Namun ada yang ganjil
Keindahan ini tetap tak bisa hapuskan kau dari bayanganku
Tak bisa hilangkan perasaan ini
Tak bisa hancurkan cengkraman kuat ini dari hatiku

Malam semakin dingin dan larut
Kupilih masuk ke dalam gubuk yang mereka sebut rumah
Ya, gubuk
karena rumah adalah tempat hatiku berada
Sedangkan hatiku berada entah dimana mencari sosokmu yang semu

Aku berjalan ke dalam ruang lembab itu
Kuambil sebatang sikat gigi
Kemudian kukeluarkan sedikit isi pasta gigi
Segar, aromanya

Kusikat perlahan demi perlahan
Kunikmati sedikit demi sedikit sikatan tersebut
Hening
Hanya terdengar suara sikatan

Untuk sepersekian detik dalam hidupku
Aku dapat melupakanmu
Menikmati keheningan dan kenikamatan suara sikat gigi
Nikmaaat sekali

Selesai sudah
Aku kembali memikirkanmu
Namun apa dayaku?
Ketika aku sadar kau hanya habiskan seperseribu waktumu untuk memikirkan aku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s