The Come-and-Go Theory

Saat kita mulai merasa lelah dengan sikap doi, mungkin beberapa dari kita akan berpikir,

Gue istirahat dulu aja kali, ya.

im tired

Biasanya, pemikiran itu datang pas kita lagi bener bener pasrah sama situasi yang kita hadapin dengan doi. Saking pasrahnya, ada yang sampai mikir untuk nyerahin semuanya sama Tuhan aja, daripada disakitin lebih dalam lagi. Yaaaa bisa dibilang ‘istirahat permanen’, sih.

Namun sayangnya,
saat kita sudah menjalani hari hari seperti biasa,
saat kita sudah matang matang mempersiapkan mental untuk melupakan dirinya,

DIA MALAH NGEDATENGIN KITA.

Kenapa doi harus datang saat kita lagi di kondisi kayak begitu. Jadi bingung nggak, sih? Kesel nggak, sih? Rasanya campur aduk tau, nggak?

Kita jadi nyesek karena niat kita digagalin, TAPI senengnya kayak eek juga gara gara dicariin. 

Terus akhirnya, kita jadi semangat lagi buat ngejalanin ulang perjuangan untuk memikat hatinya.

Namun, pada suatu saat nanti kita mungkin bisa jadi pasrah lagi, dan siklus ini pun bisa terus berulang. Orang berkata,

“Manusia akan merasa kangen saat ada seseorang menjadi jarang kelihatan atau telah pergi dari kehidupannya.”

 

Sebenarnya pihak lain pun akan merasa kehilangan juga, walaupun hanya sesaat. Namun, rasa gengsi yang mengesampingkan rasa kangen tersebut, tetap tersembunyi dari pejuang pejuang cinta yang sedang menghabiskan waktunya dalam tanda tanya.

 

SUMBER FOTO : LINK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s